var id = "6cfd8f8c69446b8585b4c74cfb12c08a1b08ae4a"; class="archive tag tag-bukan tag-74 no-slider content-r" layout='2'>

bukan tagged posts

Bagi Saya Gelar S E. Bukan Sarjana Ekonomi, Tapi Sarjana Edan!

Mengambil melebarkan master saat ini saja bisa dibilang tuntutan pencaharian di beberapa perusahaan. Hidup di Divisi SHE hendak mengharuskanmu membuat program kesyahduan dan kesehatan untuk para pekerja yang berada di bawah naungan perusahaan tempatmu bekerja. Di samping itu, kamu juga akan ditugaskan untuk memeriksa setiap sangu dan peralatan kerja pegawai agar sesuai standar keselamatan kerja yang sudah ditetapkan.

Kamu pun harus memastikan jika kandidat tersebut cocok buat pekerjaan yang ditawarkan sambil perusahaan dari segala segi – termasuk karakter, kepandaian, dan pengalaman. Bisnis akan berjalan jika didalam bisnis tersebut terdapat orang-orang dengan memiliki hard skill pantas dengan bidang bisnis yang dikembangkan. Tanpa adanya hard skill yang baik nun dimiliki oleh karyawan oleh sebab itu bisnis akan menjadi redup sehat. Bisa jadi dampak produksi yang kurang indah, atau dalam bidang penjualan yang menjadikan bisnis tidak berkembang. Gelar sarjana dalam bidang akuntansi atau bidang terkait merupakan persyaratan petunjuk minimum bagi mereka dengan berencana menjadi akuntan awam bersertifikat (Certified Public Accountant/CPA). Selain itu, untuk menambah kualitas diri, seorang akuntan publik membutuhkan kursus pertemuan berupa pelaporan keuangan, pajak, audit dan bidang dagang non-akuntansi lainnya untuk mendapatkan CPA. Jenjang kuliah Pakar Strata Satu atau S1 bagi sebagian orang belumlah cukup untuk menjadi status keilmuan mereka.

Saya bisa jadi project ini karena kemampuan administrasi dan Bahasa Inggris yang saya miliki, dan kedekatan personal dangan deputy managernya. Sayapun kembali memproduksi perencanaan dengan segala perhitungannnya. Saya sudah perkirakan seluruh biaya kuliah S2 di universitas negeri baik pada Indonesia maupun di Malaysia.

Tidak dipungkiri, jenjang pendidikan Sarjana Takat Dua atau S2 sebagai gengsi tersendiri bagi orang2 yang sedang menapaki takdir di level manajemen. Bahkan tidak sedikit para karyawan mengambil jurusan kuliah S2 demi mendapat karier yang lebih baik. Selain tersebut, diakui atau tidak, di lingkungan kampus atau pembahasan riset masih ada budaya tak tertulis tentang perbedaan perlakuan atau pandangan bertolak pada status akademik. Pemegang menggelar S3 mendapatkan hak atau privilege dalam berbagai kerangka, yang tidak bisa dinikmati oleh mereka yang “hanya” memiliki gelar S2 / S1. Contohnya, belakangan ini mulai muncul beberapa iklan pada media massa untuk mengatasi kandidat pejabat perguruan semampai. Dalam persyaratannya hampir semua mencari calon yang bergelar doktor. Di tempat kerja saya, bahkan syarat untuk menjadi ketua jurusanpun khilaf satunya adalah memiliki gelar S3.

Apakah benar seorang doktor selalu lebih cakap dalam hal pengelolaan institusi pendidikan tinggi dibandingkan seorang master atau sarjana? Apakah persyaratan tersebut lebih bertujuan untuk menjaga image branding, tidak ada yang tahu jawaban pastinya. Project ini di bidang road construction, sangat jauh dari tafahus S1 yang saya tinggikan sebelumnya.

Setelah lulus saya teras bekerja di lembaga pendidikan, pelatihan dan pengembangan titik berat daya manusia. Selama dua tahun setelah lulus, aku mempersiapkan diri untuk dapat melanjutkan studi S2 hamba di bidang ekonomi. Konselor karir bertugas memberikan pengarahan pada orang yang akan memilih pekerjaan atau gelisah akan berkuliah atau menempuh pendidikan apa yang pantas dengan dirinya. Buat orang-orang yang haus dengan tuntunan, setelah lulus sarjana, pasti akan melanjutkan studi di tingkat S2.

Read More